Minggu, 20 November 2016

Apa aja sih ilmu yang di pelajari di Teknik Perminyakan?

temen-temen mungkin baru sekedar tau kalo “jurusan minyak banyak uangnya”. Tapi apakah temen-temen tau apa yang akan dipelajari di teknik perminyakan? oke, saya disini akan menjelaskan tentang perminyakan supaya teman-teman lebih kebayang apa yang akan dipelajari dan dipersiapkan. Here we go!!


1. Survey


Ini merupakan tahap paling awal, dimana kita mencari lapangan yang memiliki potensi minyak dan gas (Hidrokarbon). FYI, yang lebih berperan besar dalam tahap ini adalah orang teknik geologi. Dengan ilmu kebatinan. para “dewa” geologi bisa memprediksikan apa yang ada di dalam bumi hanya dengan melihat kondisi geografis, jenis batuan, cekungan, da apa lah itu. Teknik perminyakan kurang belajar yang gini-ginian jadi kalo mau belajar jadi “dewa” bumi, masuklah ke teknik geologi.


2. Studi Kelayakan Investasi

Reservoir Engineering adalah salah satu ilmu teknik perminyakan yang bertugas untuk memprediksi dan menghitung jumlah reserve (cadangan minyak yang bisa diambil) dengan menggunakan pendekatan matematis yang rumit. Jadi dari data seismic yang ada, Reservoir Engineer akan menghitung berapa besar minyak yang bisa diambil. Selain itu reservoir engineer juga mendesain hal-hal apa saja yang perlu dilakukan untuk meningkatkan jumlah minyak yang bisa diambil.



3. Pengeboran

Nah, setelah dianalisis dan ternyata investasi untuk bisnis minyak di suatu lokasi itu menguntungkan, maka dimulailah pengeboran. Apa itu pengeboran? Intinya kita membuat lubang yang sangat dalam untuk mencapai lokasi dimana minyak itu berada.
Buat lobang? Emang susah? Bukannya cuma gali doang? Emang perlu ilmu buat gali lobang? Inul aja bisa goyang ngebor?
Well, masalahnya lubang yang kita bikin bukan lubang buat kuburan. Kedalamannya bisa nyampe ratusan bahkan ribuan meter. Dibawah bumi kita yang tercinta ini terdiri dari berbagai macam lapisan batuan yang memiliki tekanan formasi yang berbeda. Selain itu, bisa jadi ketika melakukan pengeboran, kita menembus lapisan dimana terdapat gas dengan tekanan tinggi. Apa yang bisa terjadi? Ketika tekanan sumur lebih besar dibandingkan tekanan hidrostatis cairan yang kita gunakan untuk mengebor, maka bisa terjadi BLOW OUT!!! Gas Hidrokarbon akan menyembur keluar dan dalam keadaan tidak terkontrol, kasus seperti lapindo bisa terjadi.


4. Completion

 Intinya, si Engineer Completion ini akan menentukan konstruksi dari casing, tubing (pipa besi), downhole equipment yang akan diinstall pada sumur yang telah kita buat dan semen yang akan digunakan untuk memperkuat konstruksi sumur. Desain ini sangat penting karena mencakup  kekuatan dari sumur untuk menahan tekanan dari batuan sehingga tidak akan collapse (erosi, keruntuhan). Selain itu terdapat beberapa alat completion yang akan berguna untuk perawatan umur di masa yang akan datang ketika diperlukan well intervention. Untuk penyemenan, terdapat ahli khusus cementing (cementing engineering) yang mendesain ramuan campuran semen yang baik dan sesuai dengan formasi batuan yang ada sehingga konstruksi sumur kokoh karena menyatu dengan formasi batuan.
Completion ini erat hubungannya dengan Teknik Sipil, jadi buat yang pengen masuk teknik sipil, kalian bisa kok join di Oil and Gas Industry!
Note: FYI, terdapat analisis mengenai tragedi lumpur lapindo dimana kesalahan desain konstruksi casing lah penyebabnya. Coba deh cari di google penjelasan Pak Rudi Rubiandini mengenai lumpur lapindo.


5. Produksi

Nah setelah sumur sudah dibuat lengkap dengan completionnya, sekarang yang dilakukan adalah menghubungkan sumur ke fasilitas produksi. Biasanya orang yang berkecimpung di produksi ini adalah Teknik Perminyakan, dan Teknik Kimia. Buat yang belum tahu, produksi dari sumur yang kita buat tadi tidaklah 100% minyak. Tetapi merupakan kombinasi gas, minyak, air, dan kondensat. Di fasilitas produksi inilah semuanya dipisahkan. Minyak dan kondensat ditampung di dalam tangki besar (menunggu untuk dijual, biasanya ditransfer ke kapal tanker besar) sedangkan gas langsung dialirkan ke unit fasilitas yang bisa merubah gas menjadi liquid. Untuk Total sendiri, semua gas dialirkan ke PT. Badak NGL.
Tugas orang produksi selain menjaga kualitas produksi, juga bertanggung jawab untuk mempertahankan produksi sumur. Ketika produksi turun, orang produksi ini yang akan membuat strategi apa yang harus dilakukan untuk meningkatkan produksi minyak. Entah dengan menambah sumur, membuat lubang perforasi baru, dan lainlain.


6. Well Intervention

 Apa sih yang dimaksud dengan well intervention?
Setiap sumur yang berhasil dibuat dan berproduksi, dalam jangka waktu tertentu pasti akan mengalami decline (penurunan produksi hidrokarbon) . Decline tersebut dapat diakibatkan karena tekanan reservoir yang menurun, semakin besarnya water cut (persentase air dari hasil produksi), dan sebagainya. Oleh karena itu, orang produksi akan memberikan rekomendasi kepada engineer apa yang harus dilakukan dalam meningkatkan produksi. Peningkatan produksi sendiri dapat dilakukan dengan banyak hal seperti membuat sumur baru (drilling engineer) maupun intervensi sumur (well intervention engineer)
Dalam melakukan Well Intervention, kita akan kembali ke sumur yang telah mengalami penurunan tadi, kemudian melakukan berbagai macam operasi di dalam sumur tersebut. Kegiatan intervention sendiri sangat banyak, salah satunya membuat lubang perforasi baru (membuka reservoir), mengganti zona produksi sumur dan lain sebagainya. Unit yang digunakan pun meliputi slickline, snubbing, coil tubing, electric line, etc.

oiya ini adalah gambaran umum aja ya, nanti di post berikutnya saya akan membahas materi materi perminyakan di perguruan tinggi
Mungkin ini cukup untuk persiapan kalian yang pengen masuk Jurusan ini, kalo ada yang salah mohon dimaklumi ya, soalnya ada yang di copas juga, kan Mahasiswa wkwk
terimakasih:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar